Kenapa Harus Mengucapkan Selamat Ulang Tahun?

Apa karena di hari tersebut kita bisa mendoakan agar mereka yang ultah panjang umur?
Kurasa nggak. Macam Valentine (dan tergantung niat), hal ini bisa dilakukan tiap hari.

Mungkin,  ini ada kaitannya dengan eksistensi diri. Hari lahir adalah titik nol sebagai manusia.
Karena itu, ucapan selamat ulang tahun mungkin bisa diartikan sebagai perayaan atas keberadaan, katakanlah si-A misalnya, dalam hidup orang-orang di sekelilingnya.
Bahwa aku bersyukur bahwa kau telah lahir, datang ke hidupku, dan semoga banyak lagi tahun-tahun yang bisa  kita lewati ke depannya.

Ditambah lagi, ucapan ini pasti datang dari mereka yang ingat bahwa itu adalah hari spesial untuk seseorang.

Kalau ingatan bisa disamakan dengan pikiran, mungkin ini ada hubungannya dengan kata-kata Pakde Descartes (yang maknanya kupelintir seenak dewe).
Cogito Ergo Sum. I Think Therefore I Am. Aku Berpikir Maka Aku Ada.

Pelintiranku: Selama aku masih berpikir tentangmu, maka kamu ada di duniaku.

Jadi, kalau aku ingat tentang ulang tahunmu, maka kamu ada dalam ‘duniaku’.
Kamu cukup berarti untukku, sampai aku menyediakan ruangan khusus di otakku untuk mengingat hari dimana eksistensimu  bermula.
Kamu penting dan berarti untukku, hingga aku bisa membedakan satu hari milikmu dari 364 (atau 365)  hari lainnya dalam setahun.

Alasan inilah yang kupercaya. Yang selalu membuatku bungah saat menerima ucapan setiap 8 September.

Keyakinan ini kupegang selama bertahun-tahun. Sampai kemudian Facebook datang menghancurkannya, dengan notifikasi berhias kue ulang tahun mini yang mampir tiap hari. Tanpa permisi memberi tahu siapa saja yang ulang tahun hari ini.

 

il_570xN.456780819_2xrj

*PS : Potingan ini tidak bermaksud ngece orang yang inget ulang tahun karena Facebook. Aku sendiri nggak bakal inget ultah sekitar 70% orang-orang sekelilingku kalau bukan karena FB (yang sayangnya kubuka..3 hari sekali, mungkin. Jadi…entah sudah berapa ultah orang yang kelewat).

Gambar diambil disini