So This Is It: Scary Foods from Our Beloved Country: Indonesia =)

Durian dan Kelelawar: Dua Makanan Mengerikan dari Indonesia*)

Para pecinta traveling umumnya terkagum-kagum dengan hal-hal baru yang ditemuinya di sepanjang perjalanan, seperti makanan setempat yang mereka anggap ekstrim, misalnya. Beberapa traveler kemudian menuliskan pengalaman pribadinya melalui blog pribadi atau situs traveling. Dari tulisan-tulisan mereka, kita dapat mengenal makanan-makanan mengerikan dari mancanegara seperti Balut (telur rebus berisi embrio itik) dari Filipina, atau Casu Marzu (Keju berbelatung hidup yang dijual secara ilegal) dari Sardinia.

yummy (????)

Dan entah bisa dibanggakan atau tidak, dalam beberapa daftar makanan mengerikan yang mereka tulis terdapat beberapa makanan dari Indonesia didalamnya. Beberapa mungkin memang mengerikan, tapi sisanya adalah makanan yang cukup mahal, bahkan ekslusif untuk sebagian orang Indonesia.

Dan makanan mengerikan yang mereka bicarakan adalah makan seperti….

Sup Sarang Burung Walet
Bagi kita orang Indonesia, sup sarang burung walet memang tidak terlalu menyeramkan sampai kita mendengar harga semangkuk kecilnya. Bayangkan saja, satu kilogram sarang burung walet mentah harganya dapat mencapai 14 juta rupiah! Tampaknya para traveler menggolongkan sup sarang burung walet sebagai makanan mengerikan karena masalah mahalnya harga semangkuk kecil hidangan ini. Dan juga ditambah fakta bahwa sarang burung walet terbuat dari air liur burung tersebut.

Buah Durian
Buah ini memiliki penggemar nyaris sama banyaknya dengan pembenci buah ini. Alasan utamanya adalah aroma menyengat yang dikeluarkan durian. Namun ketidaksukaan para pelancong dari belahan bumi barat yang umumnya asing dengan buah durian ini tergolong berlebihan. Misalnya saja mereka menyamakan aroma buah durian dengan kotoran kucing. Mungkin ada baiknya mereka menyimpan dulu komentar-komentar mereka sampai merasakan bagaimana sensasi manisnya durian yang meleleh di dalam mulut.

Kopi Luwak
Inilah ironi dari secangkir kopi luwak: dipanen dari kotoran luwak, namun merupakan kopi termahal di dunia karena kelangkaannya. Dan bisa dipastikan bahwa kombinasi antara faktor ‘harga’ dan ‘dipanen dari kotoran hewan’ menjadikan kopi luwak sebagai salah satu hidangan mengerikan.

"Eat My Sh*t!!"

Faktanya, kopi luwak sangat terkenal diseluruh dunia, bahkan sempat dibahas dalam The Oprah Show dan menjadi bahasan antara Morgan Freeman dan Jack Nicholson dalam film The Bucket List.

Darah dan Empedu UIar
Harus diakui, banyak orang Indonesia yang juga mengangguk setuju atas pilihan makanan ini sebagai hidangan yang mengerikan. Walaupun penjual darah dan empedu ular sudah cukup jamak ditemukan di Indonesia, namun tetap saja hidangan yang lebih dikenal sebagai obat dan afrosidiak ini menakutkan bagi banyak kalangan.

Kelelawar
Bila anda termasuk orang yang tidak bisa membayangkan kelelawar sebagai bahan makanan, saya sarankan anda untuk segera menuju Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Di sini tidak sulit menemukan penjual kelelawar goreng yang berjualan di sela-sela pedagang pecel yang banyak berada di pasar ini. Disini anda akan melihat codot atau kelelawar buah berwarna kecokelatan yang telah digoreng seukuran kepalan tangan orang dewasa dengan mulut terbuka yang memperlihatkan barisan taring kecilnya.

Pertanyaan selanjutnya, setelah anda berhasil menemukannya, apa anda cukup bernyali untuk melahapnya?

Deep Fried Bat. Anyone???

P.S : Kenapa bahasa postingan kali ini formal banget??? Nggak lain dan nggak bukan karena sebenernya pada awalnya artikel ini kubuat sebagai contoh tulisan.  Karena nggak jadi dikirim, makanya kudaratkan disini aja =)

betewe maap gambarnya ga jelas. pake kamera hape 1MP, ngambilnya sembunyi-sembunyi pula =P

pic source (balut): http://www.paraisophilippines.com

Advertisements

Perahu Nelayan. Finding Nemo.

siAnink sering sekali mengaku ke banyak orang kalo dia adalah seorang penikmat film.
Dan sebagai seorang penikmat film, aku dengan malu menyatakan bahwa aku baru kemaren nonton Finding Nemo.

Versi yang ini lebih mirip mimpi buruk daripada film kartun anak
Versi yang ini lebih mirip mimpi buruk daripada film kartun anak

Dan tahukah apa yang kulihat di Finding Nemo??

Ya, aku melihat Nemo.
Aku juga lihat Marlyn. Dora, dan teman-temannya.

Dan aku juga melihat nelayan Indonesia disana.
*Surpriseee!!!*

Bagaimana aku menarik kesimpulan diatas??
Jadi ada adegan  dimana terdapat satu kapal nelayan berbendera merah putih.
Sayangnya aku nontonnya lewat dvd player, jadi nggak bisa meng-capture (bahasa apa ini) filmnya.
tapi walopun aku nggak punya bukti nyata, aku berani jamin ini sungguhan, soalnya aku me-rewind film itu sampe lima kali untuk membuktikan bahwa itu bendera merah-putih.

Mungkin akan ada yang berkata: Walaupun merah putih, kan belum tentu bendera Indonesia Nink!!
Yah..kemungkinannya ada dua: itu bendera negara Monako atau Polandia yang dipasang terbalik.
But wake up, silly: film ini ber-setting Australia. Ngapain nelayan Monako atau Polandia nyari ikan jauh-jauh ampe ke belahan bumi sini??

Oke. Jadi itu adalah nelayan Indonesia.

Tapi jangan bangga dulu.
Jadi buat yang sudah nonton Finding Nemo, ingatkah kalian saat di bagian akhir film, saat Dora dan sekumpulan ikan terjerat jaring nelayan? Dan di saat-saat kritis, jaring tersebut putus karena kumpulan ikan tersebut berenang menuju kebawah?
Ya…anda benar.

Nelayan yang jaringnya putus GARA-GARA IKAN-IKAN DIDALAMNYA BERENANG KEBAWAH adalah nelayan yang ada di atas kapal dengan bendera merah putih.

Mungkin ini waktunya aku berharap kalau itu adalah nelayan Monako yang tersesat sampai ke laut perbatasan Autralia-Indonesia. Untuk mencari ikan (doh!)
Atau nelayan Timor Leste yang begitu cinta dengan bendera Indonesia.

Kenapa harus bendera Indonesiaaa???
Kenapa bukan bendera Ostrali aja???
Masa cuma nelayan Indonesia yang bisa dengan meyakinkan dikalahkan oleh ikan????
*sigh*

Nggak ada komentar lebih jauh.
Mungkin S2 nanti aku akan mengambil judul skripsi:

Nelayan Indonesia dalam Finding Nemo
(Analisis Semiotika Atas Representasi Nelayan Indonesia dalam Film Finding Nemo)

PS:

*menyanyi dengan lirih*

Nenek moyangku seorang pelaut…