Musuh di Balik Tempurung Otak

Ada yang bilang kalau deja vu itu sama sekali bukan keajaiban kosmik, hanya otak kita yang lagi korslet. Satu rangkaian rangsang sensori yang harusnya ditaruh di laci berlabel ‘Memori Jangka Pendek’, malah dimasukkan dalam brangkas ‘Memori Jangka Panjang‘. Lalu kita tertipu, merasa ingat bahwa dulu (entah kapan tepatnya), pernah melakukan hal yang sama.

Atau mungkin juga ada yang pernah mengalami ini: ingin melakukan sesuatu di kamar, tapi begitu masuk ke sana, tiba-tiba kita nggak tahu apa yang mau kita kerjain? Katanya, itu karena ada ‘doorway effect’,  bahwa ada semacam alat penghapus memori yang kadang bekerja waktu kita melewati pintu.

Kadang aku lupa pengucapan/ penulisan suatu kata walau paham maknanya. Sering juga terjadi, baru semenit berkenalan, nama teman baru langsung lenyap dari ingatanku. Oh, dan aku ingat temenku di desk kesehatan pernah menulis tentang fenomena pikun yang makin sering menyerang usia muda.

Jadi yang mau kukatakan di balik tetek bengek ini adalah, betapa rapuh otak manusia. Sebuah tempat yang berbahaya untuk menyimpan ingatan.

Seperti tadi sore, aku mendapat ilham untuk menulis sesuatu yang rasa-rasanya bakal ciamik dan menggetarkan .
Sejam kemudian, aku benar-benar lupa mau menulis apa.

Maka, sebagai gantinya aku kemudian menulis sesuatu yang nggak jelas ini.

19 September 2014 malam, melaju di atas rel Jakarta-Jogja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s