One Book Per Month Paket Combo: Inferno (Desember) & Stories (November)

–DESEMBER–

Inferno, Dan Brown
Inferno, Dan Brown

Kalau diumpamakan sebagai arsitek, maka tamu yang dateng ke rumah buatannya Dan Brown nggak perlu nanya lagi kalau mau permisi ke kamar mandi. Denah rumahnya sama, mau gaya modern-minimalis, mediterania sampai futuristik, posisinya seragam, lurus terus mentok dapur belok kiri.

Maksudku, mau latar belakangnya tentang Holy Grail, Illuminati, atau Dante, kerangka bercerita Om Brown tetep aja sama:
Mr. Robert Langdon, lagi-lagi bertualang di Eropa di luar keinginannya, dan petualangannya ini ada hubungannya dengan kematian seorang tokoh penting yang diceritakan di bagian prolog/ bab1. Layaknya James Bond jebolan Harvard, sekali lagi si Masnya ditemani Langdon’s Girl yang cantik, menarik, pintar, dan paling penting: single (catatan: tiap buku, Mbaknya beda dong). Berdua mereka lari-lari dalam treasure hunt/amazing race yang waktunya sempit. Lalu dibikin supaya Mas Langdon dikejar-kejar oleh pembunuh (atau ‘pembunuh’) dari organisasi rahasia, sekaligus harus menghindar dari aparat hukum.

Sejujurnya aku belom baca Lost Symbol, dan katanya buku ini plotnya cukup beda dari tiga seri Petualangan Robert Langdon yang kubaca. Dan kalau ini benar, maka aku nggak ngerti kenapa Dan Brown kembali ke formula yang udah dipake di dua buku sebelumnya (yang bahkan sedikit banyak dipake juga di Digital Fortress). Di novel kali ini sebenarnya Dan Brown mencoba keluar dari rumus ini dengan membuat beberapa twist, yang agak membuatku nggak merasa rugi baca. 

‘Tur’ sejarah dari Profesor Langdon juga teori yang disajikan Dan Brown cukup membantuku untuk nggak putus asa dengan buku ini. Kalau di Da Vinci Code ada teori konspirasi tentang Maria Magdalena, di Inferno ada konsep transhumanisme (atau menciptakan manusia bibit unggul lewat rekayasa teknologi, cmiiw) dan kelebihan populasi manusia. Walaupun kemudian penjelasan tentang hal ini, dan beberapa hal lain, diulang berkali-kali secara panjang lebar. Ugh.

Yang jelas, teteup, Angels & Demons masih juara buatku.

-NOVEMBER–

Stories, All New Tales Edited By Neil Gaiman and Al Sarrantonio
Stories, All New Tales Edited By Neil Gaiman and Al Sarrantonio

Kenapa November malah ditaro belakangan?
Jawabannya agak memalukan: karena saya gagal menamatkannya, hahaa…ha.
Bukan masalah bukunya jelek, tapi November lalu akunya yang nggak konsisten baca (the old ‘its’ not you it’s me‘ statement, ahaha..)

Stories ini adalah antologi cerpen dari 30 penulis. Buku ini kubeli karena tergoda tiga nama di cover buku: Neil Gaiman, Chuck Palahniuk, dan Jodi Picoult. Tapi terus terang aku baru baca sedikit Neil Gaiman, cuma nonton My Sister’s Keeper dari novelnya Picoult, dan bahkan belum nonton/baca ‘Fight Club’ atau tulisan Palahniuk yang lain.

Dari sekitar 30 cerpen, yang panjangnya bervariasi, mulai dari empat hingga puluhan halaman, aku baru baca sekitar 2/3-nya. Temanya macam-macam, mulai dari kehidupan dewa Nordik di dunia modern, kematian, sampai Mas-Mas Vampire masokis.

Favoritku sejauh ini ada tiga. Yang pertama The Truth is A Cave in The Black Mountains, dongeng Gaiman yang lumayan panjang dengan twist mantap di akhir cerita. Yang nomor dua Weights and Measures-nya Jodi Picoult tentang orang tua yang ditinggal mati anaknya, dan yang terakhir Catch and Release dari Lawrence Block, tentang pembunuh yang menganalogikan dirinya sebagai pemancing.

Aku suka banget kalau penulis bisa bener-bener masuk ke emosi dan pikiran tokoh yang ditulisnya, dan dua cerpen ini menurutku lumayan berhasil melakukannya. Picoult memasuki emosi sepasang suami istri yang reaksinya bertolak belakang atas kematian anaknya, dibungkus bersama penyesalan, pertanyaan, dan perubahan pada masing-masing mereka. Sementara Block memasuki insting predator yang sedang memainkan kuasa atas nyawa mangsanya. Di luar tiga tulisan favorit, ada beberapa cerpen lain yang lumayan kuat juga, misalnya The Stars Are Falling, tentang tentara yang pulang ke rumah setelah dikira mati oleh istrinya. Untuk cerpen yang seperti ini butuh jeda sebelum membaca tulisan yang berikutnya supaya bisa fokus.

Tapi ada juga beberapa tulisan yang berlalu begitu saja, bahkan menurutku agak meh. Karena bukunya belum selesai kubaca… jadi aku nggak bisa bilang secara keseluruhan Stories ini bagus atau nggak. Tapi yang jelas sejauh ini baca Stories mengingatkanku pada perjalanan dari Jogja ke pantai Wonosari, ada jalan lurus-panjang yang mboseni, dilanjut jalan naik-turun yang bikin sport jantung, lalu tau-tau ketemu Bukit Bintang.

Damn, tau-tau pengen kesana. 

Sumber Potrek:

Inferno

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “One Book Per Month Paket Combo: Inferno (Desember) & Stories (November)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s