Kasih Ibu Sepanjang Jalan

Kasih ibu…
Mengejan sekali lagi.
Sebongkah daging mendesak selangkangnya.
Panas.
Sekarat.
Darah muncrat.

Kepada beta…
Izrail berjongkok didekatnya. Menunggu.

 Tak terkira, sepanjang masa…
Dia melolong
Jeroannya serasa tercerabut dari tempatnya.
Bayi lelaki merah menangis keras
-pertama kali menunjukkan eksistensinya didunia ini-

Hanya memberi
Ditatapnya lama…

Tak harap kembali
 Lalu didekapnya. Erat. Erat. Erat sekali.

Bagai sang surya menyinari dunia
Lalu dibuang di sumur tetangga.

-Jogja.15.10.05-

*) Aaah.. aku ingat, setelah kelar menulis ini aku semacam sadar kalau aku tak cocok berpuisi.

One thought on “Kasih Ibu Sepanjang Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s