Semacam DeJa Vu Saat Nonton Film Animasi

Meen.. sudah lima bulan blog ini dianggurin.
Baiklaaah…kali ini nulis  yang ringan-ringan dulu aja deh. Hitung-hitung ngasih napas buatan sama si blog yang mati suri ini.

****

Jadi ceritanya, pada satu malam, aku nonton dua film animasi, Rio dan Gnomeo and Juliet. Lalu ada satu adegan yang sama-sama muncul di dua film ini: Manuver Heimlich.

Lalu setelah kuinget-inget, kok rasanya ada beberapa ramuan sama yang diulang berkali-kali di beberapa film animasi. Mungkin memang belum bisa dibilang sebagai tren, tapi…gimana ya? Nilai sendiri dah…

1.Funny Accent

Apa persamaan antara Donkey (Shrek) dan Marty (Madagascar)?

Meet Marty and Donkey.Both are sidekick, and have funny Afro-American accent.
Kebetulan? Bisa jadi.

Tapi belakangan ini film animasi dengan tokoh binatang anthropomorph (punya kemampuan seperti manusia, misalnya bicara), biasanya punya minimal satu tokoh  dengan logat bicara non-Amerika yang biasanya jadi badut-badut di film tersebut. Masih butuh contoh? Gerombolan pinguin pimpinan Robin Williams di Happy Feet, dua burung di Rio,  juga Stella si Sigung di Over The Hedge.

Ohyah, tentang aksen Amerika ini, aku yakin semua juga udah ngeh kalo di hampir semua film animasi mainstream  buatan Hollywood, di belahan dunia manapun setting cerita film itu,  hampir bisa dipastikan kalau tokoh utamanya beraksen ala Om Sam. Masih butuh bukti? Inget Po, Panda aseli kelahiran negeri Tiongkok di Kung Fu Panda? Atau  Jewel, si burung biru kelahiran Rio de Jeneiro di film Rio? Trio Manny-Sid-Diego yang hidup di zaman Ice Age?

*singing Rammstein: We are living in Americaaa, Americaa.. Americaaaa*

2. Cewe Perkasa

Yang ini biasanya muncul di film animasi dengan tema percintaan.

Kalo inget film animasi Disney keluaran awal  seperti Snow White (1937), Cinderella (1950) sampai Sleeping Beauty (1959),  perempuan tokoh utama digambarkan sebagai  sosok yang halus dan lemah lembut macam putri keraton . Berubahnya hidup mereka yang malang ini  tergantung pada kedatangan seorang pangeran tampan berkuda putih yang datang menawarkan sepatu kaca yang cuma sebelah/ ciuman penghapus kutukan (medieval princes kinda pervert, yes?).

Lalu , Disney mulai mengubah karakter Disney Princess menjadi lebih pemberontak (Ariel, 1989 dan Jasmine, 1992), danlebih mandiri (Belle,  1991). Belakangan Disney malah membuat para putri yang bisa masuk ke dunia para lelaki, seperti peperangan dan petualangan (Pocahontas, 1995 & Mulan, 1998), dan juga sebagai pencari nafkah (Tiana, 2009).

Seperti Disney Princess yang terus berubah, para tokoh  putri di film animasi yang awalnya gemulai ini lama-lama berubah bagai  jagoan wanita macam Saras 008 (meh, aku ga yakin ada yang inget tokoh ini :p)
Ingat siNinja-Juliet yang mencuri hati  Gnomeo ?

atau Princess Fiona yang menggebuk  kawanan Merry Men dengan jurus tendangan tanpa bayangan?

WATTTAAAA!!!

Setelah dilihat-lihat, beberapa tokoh perempuan malah digambarkan lebih gahar dibanding peran utama laki-laki. Coba saja

bandingkan Eve dengan Wall-E  (Wall E), Jewel dengan Blu (Rio), dan juga Astrid dengan Hiccup (How to train your Dragon). Semua tokoh cewe ini diperlihatkan memandang rendah para tokoh pria yang menurut mereka payah, sebelum akhirnya jatuh hati sama cowo-cowo itu (teteeeup. yah, namanya juga tema percintaan).

3.Formula Boyband

Salah satu tema yang paling banyak diwujudkan sebagai film animasi adalah petualangan, dan petualangan dalam film animasi, mayoritas dilakukan dalam bentuk tim. Kalaupun petualangan ini diawali oleh sendirian, biasanya di perjalanan ia akan bertemu dengan tokoh lain yang akan menjadi rekan satu tim.

Daaaan… menurut Hollywood, berapa jumlah ‘anggota’ ideal dalam sebuah tim untuk sebuah ikatan persahabatan yang kukuh dan tetap tegak meski diterjang badai?? *jeng jeng*

Madagascar. they like to move it, move it!
Up
Shrek (2, 3, 4)
The Wild
How to Train Your Dragon (Karena si kembar menunggang 1 naga, jadi mereka dihitung sepaket. Curang? yo ben :p )

Setelah kulihat-lihat, sebuah tim dalam film animasi  biasanya memakai formula boyband alias jumlah anggotanya 4-5 personel untuk menentukan jumlah anggota dalam satu tim. Formula tiga personel seperti trio Manny-Diego-Sid di Ice Age atau duo Marlin-Dory di Finding Nemo relatif  jarang muncul.

Lebih lebih lagi, biasanya formula boyband ini gak cuma berlaku untuk tim yang didaulat menjadi pemeran utama, tapi juga untuk tim-tim bintang tamu, seperti Furious Five (lima  personel) di Kung Fu Panda, The Penguins of Madagascar (empat personel). atau juga lima penguin yang dipimpin Robin Williams di Happy Feet.

Dan betewe formula ini juga dipakai di film animasi bertema keluarga, misalnya The Incredibles (lima personel) dan Despicable Me (empat personel)

Oke.
Kenapa tim dengan empat atau lima personel ini laris ya?
Padahal SM*SH aja anggotanya ada tujuh orang. *apa hubungannyaaaaa??* #dirajam smashblast

Pic Source:
1. Marty
2. Donkey
3 Madagascar
4. Up
5. Shrek
6. The Wild
7. How to Train your Dragon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s