Leave Luna Alone

Warning: 1. Saya Bukan Fans Luna Maya. 2. Blog ini dan segala isinya dilindungi oleh Undang Undang Dasar 45  tentang kebebasan mengeluarkan pendapat

Yep. Luna memang salah.

Kalo misalnya diibaratin di dunia nyata, Luna kaya lagi teriak-teriak dengan kata-kata ga pantes di dalem mall yang lagi penuh orang.
Dan orang-orang itu bisa dipastiin kaget ngeliat Luna yang ga ‘semanis’ biasanya.

OOT, tapi  menurutku Twitter adalah versi  mengerikan dari SMS Selebriti yang punya jargon “SMS yang kamu terima, aku kirim langsung dari hape saya”.

Kenapa lebih mengerikan? Karena  tweets yang kita baca emang beneran dibikin oleh artis yang bersangkutan  (selama account twitter-nya aseli loh ya)
Dan terkadang semua keaslian itu malah nyeremin, karena para seleb itu seringkali ngebuka ‘topeng’ kesempurnaan yang mereka pake di dalem tipi.

Balik ke LunMay.
Oke, Luna punya salah.

Tapi ‘wartawan’ infotaiment ga usah over-acting bisa nggak sih?

Maksudku oke lah mereka nggak bisa terima kata-kata Luna.
Tapi ngajuin tuntutan ke polisi berdasarkan pasal ‘perbuatan tidak menyenangkan’ untuk kalimat sepanjang kurang dari 140 karakter???

Aku nggak tau deh, definisi perbuatan tidak menyenangkan yang dimaksud ‘wartawan’ infotaimen  itu apa, tapi menurutku (selain artis2  banci eksis yang doyan bikin sensasi buat diliput), banyak artis yang sebenernya berhak ngaduin para ‘wartawan’ infotaimen itu dengan dakwaan perbuatan  ‘tidak menyenangkan’.

Maksudku, selain acara kejar-mengejar artis bak papparazi kesiangan, ‘berita’ jadi yang mereka tayangin menurutku sering menjadi perbuatan yang amat sangat tidak menyenangkan buat si artis.
Kasus cerai artis, misalnya. Si infotaiment pasti dengan sotoy nge-judge si artis perebut suami orang lah, playboy lah, don juan lah…
Apalagi acara infotaiment yang pake embel2 ‘investigasi’.

Pasti deh mbak-mbaknya dengan suara menyeramkan bakal berkata: benarkah XX menduakan cinta suci istrinya? Hanya XX, dan Tuhan ya tahu… (kalimat yang dijamin manjur untuk ngebuat ibu-ibu satu kompleks ngerumpi panjang lebar besokan harinya).

Boi,  pengadilan aja punya asas praduga tak bersalah.
Nah, si inpotaimen ini ternyata ngerasa lebih sakti dari lembaga yudikatif kita.
Judgement by the infotainment, that’s wot they do.

Aku bukan penggemar Lunmay. I am not, definitely.
Aku cuma gedek sama segala inpotaimen yang ngerasa diri mereka penting banget.
Ngerasa gede dibalik kata-kata “kamilah yang membesarkan artis-artis itu”. Banyak artis yang punya prestasi kaleee…..

Dan kemaren aku denger ibu-ibu lagi ngomongin kasus si Lunmay.
Kata mereka si Luna ga boleh marah karena dikuntit wartawan adalah resiko jadi orang terkenal…

I think they are damn wrong.
Menurutku itu sama aja kalo ada tukang bersih-bersih jendela di gedung pencakar langit yang jatoh trus mati gara2 sistem pengamanan ga optimal, trus orang-orang yang nonton kejadian itu geleng-geleng kepala sambil ngomong: udah resiko….
ya memang jatoh itu jadi resiko tukang bersih2 jendela, tapi mbok ya sistem pengamanannya diperbaiki.

Sama aja kaya hubungan antara artis dan si inpotaimen: kejar-mengejar itu emang udah resiko, tapi mbok ya tetep make etika jurnalistik dong.

Atau emang dari awal mereka nggak make etika jurnalistik karena mereka bukan jurnalis ya? Ini kata AJI (Aliansi Jurnalisme Independen) lo… Hellloooooo….PWI???*

Kata Goenawan Muhammad dalam Twitter-nya
@ndorokakung Tampaknya Luna Maya hrs menghadapi satu kekuatan yg bisa menghitam-putihkan reputasi orang: media. Arogansi kekuasaan lagi.

via dewi dee: RT @goenawanmohamad: Kl hrg diri lbh penting ketimbang ketenaran,para artis hrs berani bila merasa diganggu infotainment -via @ndorokakung

NB:

Wartawan inpotaimen katanya ga bakal ngeboikot Lunmay, dengan alasan boikot pemberitaan tidak sesuai dengan asas kemerdekaan pers yang harus memberikan informasi kepada masyarakat.

I smell hypocrisy here…..

Ya iyalah nggak bakal diboikoot……komoditas tingkat tinggi getu loooh….
Rating..rating….

puih.

*) yang ngelaporin LunMay ke polisi= PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

2 thoughts on “Leave Luna Alone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s