Neng, Ayo Neng, Kite Maen Kawin-Kawinan =P

Jadi.. sianink baru menyadari bahwa…
Ternyata temen-temen cewek seangkatanku sudah banyak yang sah jadi bini orang
Dan menyadari bahwa stahun belakangan ini mulai sering menerima wejangan pernikahan
Dan tiba-tiba temen-temen bloggerku pada kompakan nulis tentang masalah kawin muda
Dan sianink yang banci tampil dan gak mau kalah akhirnya memutuskan untuk ikut-ikutan nulis tentang nikah muda

wehehehehe…..

Nah. Where should I start?
OK. Ngomongin fakta dulu aja deh. Faktanya adalah: sudah banyak temenku yang menggenggam status Nyonya.

Dan mereka mendapatkan status itu lewat berbagai alasan, mulai alasan klasik (udah ‘tek dung’ duluan), dijodohin ortu (pasti tipe ortu yang nganggep diri mereka masih idup di jaman siti nurbaya), sampe alasan yang aneh banget bikin alis kanan ketemu alis kiri (yah…maap. Yang ini  off d record, Ki Sanak)

Lalu setelah fakta…ada opini.

Kebanyakan temen-temen (cewek) ku berpikir kalau nikah itu bisa nanti-nanti saja.
Kalau sudah puas melihat dunia, kalau sudah meraih apa yang dicita-citakan, dan terutama kalau sudah ada yang melamar (wehehehee…. )

Dan temen-temenku yang berada dalam kelompok ini kebanyakan heran dengan keputusan nikah muda. Perlu digarisbawahi kalau mereka heran dengan keputusan nikah muda, bukan nggak setuju.

Sejujurnya sianink dulu juga bener-bener heran, kenapa temen -temenku cepat mengambil keputusan yang menyangkut kontrak (yang maunya) seumur hidup.
Keputusan yang membebankan tanggung jawab yang besar di pundak mereka tepat setelah para saksi bersorak lantang “SAH!!!”

Tapi setelah beberapa lama, aku jadi berubah pikiran.
Ternyata menikah itu ‘hanyalah’ sebuah pilihan.
Sama seperti pilihan melanjutkan S2 dulu setelah lulus kuliah.
Memilih bekerja di perusahaan Anu atau bikin usaha sendiri.
Memilih ke Jogja dengan cara ngesot atau koprol belakang.

Memilih dimana setiap pilihan pasti ada resikonya.
Bedanya, soal kawin- mawin ini resikonya cenderung lebih gede dari pilihan2 lainnya (kecuali pilihan ngesotVskoprol kali ya).
Makanya kudu dipikirin mateng2. Bukan sekedar keputusan yang diambil semalem (setuju, Tze!)
Dan keputusan menikah muda itu tentu dipilih berdasarkan logika.Pilihan mana yang punya resiko lebih kecil.
Misalnya perempuan yang udah ‘tek dung’ duluan mungkin mikir kalo nikah dengan bapaknya si jabang bayi resikonya lebih kecil buat dia sama anaknya. Dan menikahlah dia.
Atau dua orang yang udah ngerasa cukup masa pacarannya, mikir kalo ternyata nikah resikonya lebih kecil daripada tetep pacaran.
Atau ada orang yang udah punya calon, udah mapan ,siap lahir-batin, dan dikaruniai napsu tinggi,  ngerasa kalo nikah adalah jalan keluar dengan resiko terkecil untuk masalah kenapsuannya (opo iki), maka menikahlah dia. (Karena mau nggak mau kita harus nerima kalo: 1. Dalam hal napsu kadang kita masih kaya makhluk2 di bawah kita, susah diatur , dan 2. pernikahan merupakan satu institusi yang menghalalkan seks, diterima oleh masyarakat, diakui oleh pemerintah, dan diridhoi  Tuahn Yang Maha Esa)
Entahlah, dari seluruh omongan panjang lebar ini aku cuma mau ngomong kalo nikah muda itu ‘cuma’ satu keputusan yang diambil kalo orang itu berada dalam situasi untuk menentukan pilihan antara nikah muda ato nggak.
Dan menurutku mereka memilih dengan pertimbangan kalo keputusan nikah muda itu adalah keputusan dengan resiko terkecil.

Gitu aja.
Entahlah, akhir2 ini aku suka menyederhanakan segala sesuatu.

 

Ps. Buat Sueb: Cinta sebagai sarana menuju perkawinan atau Perkawinan adalah sarana untuk mendapatkan cinta??
Sebagai kapitalis sejati aku menyatakan bahwa aku akan menikah karena cinta, dan dalam pernikahanku aku akan melipat gandakannya.
MWAHAHAHAHAHAHAAAAA….!!!!

3 thoughts on “Neng, Ayo Neng, Kite Maen Kawin-Kawinan =P

  1. bukan nink, karena aku kapitalis sejati aku akan menikah apabila itu menguntungkan dan aku akan melipatgandakan keuntungan itu dalam biduk rumah tangga. jadi, setelah keuntungan itu berlipat ganda aku bisa dengan tenang memilih ngesot atau koprol ke belakang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s